Budaya Musti Ada yang Nemenin

Anyway, sebenernya mau ngepost acara kampus yang saya ikutin 3 hari kemarin (yang terasa sekali seperti live-in). Tapi berhubung badan masih pegel dan foto-fotonya cuma dikit, kayaknya ditunda dulu kali yaa. For now, enjoy ini dulu aja.ūüėÄ

So, sebenernya ni artikel udah di post di salah satu web komunitas blogger di Indonesia, namanya Warung Blogger. Saya sengaja kirimin kesana awalnya sih coba-coba aja eh ternyata beneran kepilih dan di post di websitenya. Karena saya pikir ini artikelnya pretty-cool dan gue banget (iya lah, saya sendiri yang bikin :D), jadi lah saya re-post disini. Enjoy yaa~

Berapa banyak event yang kalian lewatkan karena nggak ada temen yang bisa nemenin?

Seberapa sering kalian membatalkan sebuah liburan hanya karena partner liburan kalian nggak jadi berangkat?

Berapa banyak kesempatan apply suatu lomba / beasiswa terlewatkan hanya karena temen kalian nggak ada yang ikutan juga?

Budaya musti-ada-yang-nemenin ini kayaknya masih kentel banget disini. Misalnya aja nih ya, dulu pas jaman-jaman SMA biasanya temen-temen saya males ke toilet di jam pelajaran kalo nggak ada yang mau nemenin. Yah, kalo mau pipis mah pipis aja kali. Toh si temen kalian itu nggak ngapa-ngapain selain nemenin kan? Kalo saya pribadi sih dulu jarang banget menjamah toilet kecuali acara ganti-baju-mau-oleah-raga. Nggak sreg juga sebenernya sama toilet umum. Okay, ini kok malah bahas toilet ya? *salah fokus*

Back to the topic, budaya-musti-ada-yang-nemenin ini menurut saya merugikan banget sih ya. Banyak anak yang jadi kurang gentle dan manja gara-gara budaya ini. Akhirnya, banyak kesempatan yang mereka lewatkan hanya karena nggak ada yang nemenin.

Padahal menurut saya, nggak ada yang nemenin malah suatu kesempatan buat mengekspresikan diri tanpa harus ter-interference oleh pribadi lain. Dan yang pasti kita bisa bebas mengeksplore suatu tempat tanpa harus menghadapi ke-rempongan orang lain. Dengan memberanikan diri bepergian sendiri juga membuka kesempatan untuk mengenal orang-orang baru.

Mestinya abis ini kalian pada nanya dong, ‚Äútrus saya musti gimana dong?‚ÄĚ.¬†Well,¬†kalo saran saya sih, coba deh¬†try to enjoy your self!Cobalah untuk belajar menikmati diri kalian sendiri terlebih dulu. Karena¬†basically, setiap orang pasti punya keunikan masing-masing. Dan semakin banyak pengalaman kalian mengeksplor diri kalian sendiri, semakin pede-lah kalian sama diri sendiri. Karena kebanyakan orang nggak berani pergi sendiri karena mereka merasa¬†insecure¬†tanpa keberadaan orang lain disamping mereka. Dan semakin kita percaya diri, semakin kita berani buat melakukan sesuatu tanpa harus ada yang menemani.

Dengan menikmati diri sendiri juga, bakal semakin ngertilah kalian tentang kelebihan yang mungkin belum kalian sadari. Semakin kalian ngerti juga tentang sifat-sifat buruk kalian selama ini dan kalo bisa sih belajar buat mengubahnya dong ya. Originally posted in Warung Blogger

4 thoughts on “Budaya Musti Ada yang Nemenin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s