Just be end, March!

March is not my month. There, I said it. Meninggalkan liburan dan harus berkutat kembali dengan rutinitas yang kadang terasa membosankan dan melelahkan. Maret bukanlah bulan yang menyenangkan di tahun ini, tapi justru banyak sekali pembelajaran yang saya dapat di bulan ini.

• You’re happy if you say YOU ARE
Kebahagiaan itu ternyata sugesti. Di awal bulan ini saya memulai Happiness Project karena sadar bahwa saya akan menjalani bulan yang lumayan padat. I should keep my self as happy as possible so I can stay productive and think creatively.

Senin lalu saya juga sempat menonton video TED yang sudah lumayan lama saya simpan tapi belum sempat saya tonton. Dari Amy Cuddy, tentang body language (videonya bisa dilihat disini).

Our non verbals not just govern how other people think and feel about us. But it also govern how we think and feel about ourselves.
Our bodies change our minds.
… and our minds change our behaviour
… and our behaviour changes our outcomes.

Jadi selain kekuatan pikiran, bahasa tubuh bahkan lebih dulu mempengaruhi perasaan kita. Saya jadi ingat sebuah buku yang mengajarkan saya untuk membangun kebiasaan tersenyum di pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur. And yeah, it’s work mostly all the time. Dan Amy Cuddy pun bilang “Fake it, ’til you become it”. Jadi tak ada salahnya merekayasa kebahagiaan di pagi hari dengan mulai tersenyum (untuk muslim bisa ditambah ucapan basmalah) sehingga hari kita akan menjadi baik. ((:

another hint:

I’m listening Mocca‘s song, Happy! while working on this post and I just instantly feel happy. 😀

• God is really kind
Tuhan itu baik sekali. Saya sadar, ternyata cita-cita saya sepertinya tidak ada yang tidak dikabulkan oleh-Nya. Di rumah, saya jadi desainer interior untuk kamar saya sendiri. Di Soundcloud, saya bahkan jadi penyanyi (shameless is on me. Okay, I know. haha). Di dunia blog pun, saya jadi penulis. Dia bahkan menciptakan mahluk selucu anjing yang meskipun air liurnya najis, saya masih bisa memilikinya meskipun hanya sebatas papertoy (say hi to my new puppy, Pudee ^^).

Pudee

Saya jadi ngerasa, Tuhan itu selalu mengabulkan keinginan kita dengan jalannya sendiri. Tergantung cara pandang kita aja untuk menyadarinya atau tidak. ((:

• Bored of your daily activity? Just, get out! Seriously.
Bosan akan rutinitas sehari-hari ternyata bisa disiasati dengan melakukan hal-hal sepele yang jarang kamu lakukan di keseharian. Contohnya nih, akhir-akhir ini saya jadi sering berjalan kaki ke kampus, bahkan menggunakan transportasi umum di kota saya sendiri. Karena di keseharian saya biasa menggunakan motor, menggunakan transportasi umum (dan melihat interaksi yang jarang saya lihat di hari-hari biasa) rasanya seperti sedang keluar dari kebiasaan. ((:

Or maybe you just sick of work? Just simply turn off your phone, internet, or anything that keep you reached out. Just, be gone and do whatever you can not do on your routines.

• Don’t burn energy trying to guess what people think of you
Saya sebenarnya tidak terlalu peduli presepsi orang terhadap diri saya. Tapi ketika menyinggung tentang agama, saya tidak terlalu suka dicap jadi orang yang tidak baik (dalam konteks agama). Bulan ini saya mendengar beberapa perkataan tak menyenangkan tentang ini. I can stand people call me “weird” but not that I’m a bad moslem. Religion is between me and God. Those cynical people don’t have any right to judge me.
Tapi kemudian, Rabu kemarin saya mendapatkan quote yang menyadarkan saya tentang hal ini. “Don’t burn energy trying to guess what people think of you”. Yeah, right? I feel sorry of wasting my energy to think about those cynical people. Watch your own way, people. Religion is so personal that you can’t define just by what you see or know. Kay?

• You can just have a few best friends
Those people who know your weirdness and consider it as your normal. There are not many of them. So be grateful if you’ve found any. (:

• If you know your weakness, it’s easier to eliminate them.
I know that I’m not that happy this month, so I learn more to make my self happier. So, simply list down your weakness so you can eliminate them easily through some exact step.

• Reunion makes you happy

reunion

Membicarakan masa lalu dengan teman-teman lama ternyata sangat menyenangkan! Should do this more often. 😀

But top of it all, I still hate you, March. So just be end! Haha 😀

Happiness Project

Jadi ceritanya, di bulan Maret ini adaaa aja yang bikin saya kesel dan jadi nggak bahagia. Kalo udah gitu, ujung-ujungnya pasti jadi senewen nggak karuan. Nah, karena saya nggak pengen jadi mahluk galau dan nggak bahagia, salah satu solusinya adalah dengan cara mulai #HappinessProject ini.

Apa itu #HappinessProject? Buat yang udah follow instagram saya sih mestinya ngerti ya (kode biar di-follow aja sik, sebenernya). Jadi, Happiness Project saya kali ini adalah dengan cara share cerita/pengalaman yang bikin bahagia hari itu. Contohnya nih, tadi pagi saya share begini di instagram:

March is not (really) my month. So, before it getting worse, I decide to post anything that bring happiness for me even just a tiny bit. Today, I found a book with my fav character when I was younger on it, Teletubbies. I’m a happy kid. ^^ #HappinessProject #Day1

Jadi gara-gara kesenewenan malem sebelumnya, tadi pagi saya bangun dengan mood yang jelek. Dan kesini-kesini tetep dong, adaaa aja yang bikin ngeselin. Tapi pas saya mampir ke toko buku siang tadi, nggak sengaja nemu buku yang ada cerita Teletubbiesnya. Saya yang dulu suka nongkrongin Teletubbies di Ind*siar tiap Minggu, jadi berasa nostalgia dong. Jadi inget puding tabi. Aaaah, I’m a happy kid. 😀

Udah kan, saya pikir yang ngesel-ngeselin bakalan kelar setelah ketemu teletubbies tadi. Tapi ternyata teteup dong. Pfffth. Udah lah, bagian yang ngesel-ngeselin di skip aja kali ya. Intinya buat menghapus kekesalan seharian ini, saya dapet kesempatan lagi buat buang sial. Band favorit saya manggung di Semarang malem ini. Yippie!! Jadi walaupun tadi berasa ngantuk dan pegel setengah mati, berangkat lah saya nonton band indo favorit saya itu. Berasa happy ending gitu dah 😀 .

Intinya kalo kalian lagi mengalami hari yang nyebelin, coba deh cari hal keciiiil aja yang bikin kalian seneng di hari itu. Biasanya saya kalo lagi berasa sial dan ngelist hal-hal yang bikin seneng, jatohnya malah lebih banyak yang nyenengin.

Having a bad day? Go out and look for your happiness! (:

NB!

Buat yang mau ngikutin cerita-cerita #HappinessProject punya saya, boleh loh follow instagram saya disini. Atau malah mau mulai #HappinessProject kalian sendiri? Boleh bangeeet. Share ke saya juga yaa 😀

Simplify your mind!

over analyzed

Terlalu memikirkan sesuatu sebelum sesuatu tersebut benar-benar terjadi sungguh melelahkan. Over analyzed itu, sangat menguras banyak energi karena kita jadi mengeluarkan energi lebih untuk sesuatu yang bahkan bisa saja salah/tidak terjadi. Bahkan terkadang, yang bukan permasalah pun jadi kita pikirkan sebagai masalah karena over analyzed tadi.

Contohnya begini: Sehari sebelum hari pertama kerja, seseorang sedang sangat gelisah tentang apa yang harus dia lakukan besok pagi, harus bersikap seperti apa, bagaimana nantinya sikap rekan kerja barunya, harus bersikap bagaimana kepada atasan nantinya, dan segala pemikiran memusingkan lainnya. Lalu dia mulai mereka-reka jawaban untuk menjawab kegelisahan yang dia ciptakan sendiri. Dia sudah sangat siap dengan ekspektasi buruk dan cara menanganinya untuk besok hari. Padahal besoknya, dia cuma diberi office tour dan perkenalan pekerjaan juga lingkungan kerja barunya. Rencana mengatasi ekspektasi buruk yang semalam dia pikirkan sampai pusing pun ternyata tak terpakai sama sekali.

Mungkin rasanya senang dan lega karena semua bad expectations yang dipikirkan tidak terjadi. Tapi dilihat lagi ke belakang, waktu yang digunakan untuk memikirkan ekspektasi buruk yang pada kenyataannya bahkan tidak terjadi, terkadang membuat kita menyesal. Akan lebih baik, jika waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan hal-hal lain yang lebih penting.

Tapi selain menghabiskan energi, over analyzed sebenarnya juga bermanfaat sedikit sih. Ibaratnya seorang pengusaha yang memikirkan resiko sebelum menjalankan sebuah bisnis. Ini mungkin bisa meminimalisir kesalahan yang bisa jadi kita kerjakan. Tapi sungguh, energi yang dikeluarkan rasanya bisa berkali-kali lipat. Tinggal pertimbangan kalian saja, is it worth your energy?

Ini juga belaku dalam perspektif mengerjakan tugas. Sebut saja kalian diberi tugas X. Lalu kalian memikirkan, “saya kan nggak pernah melakukan tugas ini sebelumnya”, “tugas X kan bukan bidang saya”, “tugas X kan kayaknya susah banget. Temen-temen lain aja banyak yang gagal”, dan seterusnya. Banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang membuat kita justru semakin takut, lalu ragu untuk melangkah. Padahal pada akhirnya, dia pun berhasil mengerjakan tugas tersebut dengan caranya sendiri. Karena yang sebenarnya terjadi, tugas X ternyata bisa dipecah menjadi beberapa bagian lalu dikerjakan satu-persatu.

Over analyzed seperti itu, mungkin sering terjadi karena kita hanya berorientasi pada hasil akhirnya. Pada contoh tadi, si pelaku cuma berorientasi untuk mengerjakan tugas X secepatnya. Lalu waktu pun terbuang percuma untuk memikirkan kemungkinan buruk, padahal waktu tersebut bisa digunakan untuk mulai menyicil pengerjaan tugas tersebut. Sering mengalami? Tenang, saya juga bukannya lebih baik dari kalian kok. Saya pun masih sering mengalami over analyzed seperti yang saya contohkan diatas.

Tapi saya teringat pesan yang disampaikan mbak Isabella Wibowo (Account Manager Google Indonesia) di suatu kesempatan. Dia bilang, simplify your mind! Pemikiran buruk tadi terjadi karena pikiran kalian terlalu rumit. Padahal jika kita berfikir dengan simple, waktu tidak akan terbuang percuma untuk memikirkan pemikiran buruk seperti tadi.

Maka dari itu, saya akan jadikan ini pelajaran. Jangan liat masalah dari satu kata MASALAH. Yang kita butuhkan untuk menyelesaikannya adalah 7 huruf ini >  M-A-S-A-L-A-H. Bahkan, jika kita cermat, kita bisa menghemat dengan hanya membutuhkan 5 huruf, karena ada 3 huruf yang sama dalam satu kata tersebut. Kerja keras itu perlu, tapi kerja efisien itu lebih bagus. (;