Menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya

kids and smartphonePemberitaan di televisi tentang penculikan gara-gara facebook, pelecehan seksual gara-gara menonton video di internet, ataupun anak-anak yang sekolahnya jadi terganggu karena kecanduan main game online, membuat citra internet menjadi negatif di kalangan orang tua. Terlebih bagi orang tua yang tidak memiliki pemahaman terhadap internet.

Padahal jika digunakan dengan bijak internet merupakan salah satu resource besar yang bisa digunakan sebagai sumber pengetahuan serta bisa mempermudah kehidupan manusia. Kebutaan para orang tua akan dunia maya atau internet justru merupakan salah satu faktor utama mengapa internet dicap negatif.

Salah satu iklan komersial baru-baru ini bahkan mengangkat fenomena kebutaan orang tua terhadap internet dengan konyol dimana seorang ayah salah menangkap jika nama teman anaknya adalah “efbi”. Padahal maksudnya, teman tersebut adalah teman facebook anaknya. Hal ini menunjukan bahwa untuk bisa menjaga dan mengawasi perilaku anak di dunia maya, orang tua harus lebih dulu aware terhadap internet (atau istilahnya, melek internet).

Jika ingin benar-benar menjaga anak-anak dari sisi negatif internet, maka sudah sepatutnya orang tua yang menjelaskan sendiri bagaimana menggunakan internet dengan baik. Jangan sampai anak-anak hanya tau internet untuk bermain game dan media sosial saja. Booklet internet sehat dari internet sehat mungkin bisa menjadi salah satu pedoman bagi para orang tua untuk mengenalkan internet ke anak-anaknya.

Salah satu cara lain untuk mengawasi penggunaan internet anak-anak bagi para orang tua mungkin adalah dengan memanfaatkan berbagai tools yang sudah banyak tersedia sekarang ini. Berikut saya akan membagikan beberapa pengaya (add-ons) pada browser Firefox yang bisa digunakan orang tua untuk membatasi gerak-gerik anaknya agar tetap aman selama berselancar di internet :

  • Google.COM NO PORN. Pengaya ini dugunakan untuk menghilangkan situs yang berhubungan dengan pornografi pada hasil pencarian google.com.
  • Anti-Porn Pro. Pengaya yang bisa Anda gunakan untuk memblok situs sehingga situs tersebut tidak dapat diakses.
  • Screen Time. Screen time adalah pengaya yang bisa digunakan untuk membatasi waktu anak selama menggunakan komputer (khususnya internet).

Terlepas dari tools apapun yang saya jelaskan di atas, yang paling penting adalah menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan dan agama pada anak-anak sedini mungkin. Sehingga kelak jika dia berhadapan dengan konten yang kurang baik di dunia maya, anak-anak akan tahu sendiri untuk menghindari konten tersebut.

Menjadi lebih bahagia dengan memisahkan pikiran

hiking-man-mountains-2967-977x550Akhir-akhir ini saya sedang mengintai pikiran saya sendiri. Dibalik pendiamnya saya, ternyata pikiran saya sangatlah ribut dan tak pernah mau diam. Untuk menulis tulisan ini pun saya harus melakukan pemanasan dulu untuk memfokuskan pikiran saya sendiri. Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? Memikirkan terlalu banyak hal yang berimbas kita jadi kehilangan fokus? What happen in our brain, really?

Baru-baru ini saya membaca sebuah e-book menarik yang ditulis Mark Manson. Lewat buku tersebut saya mengenal konsep “The two minds”. Lalu apakah The Two Minds itu?

Untuk memahami konsep The Two Minds, coba pejamkan mata kalian dan berusahalah untuk tidak memikirkan apapun selama 30 detik. Setelah itu, lakukan hal itu lagi untuk kedua kalinya namun kali ini cobalah untuk mengenali pikiran apa yang muncul saat kalian mencoba untuk mengosongkan pikiran kalian dan coba hilangkan pikiran tersebut.

Sudah mencobanya? Jika sudah kemungkinannya adalah saat kalian mencoba untuk mengosongkan pikiran, berbagai macam pikiran malah muncul di otak kalian. Entah itu memikirkan sosok seseorang, atau memikirkan penyesalan tentang suatu hal, dll. Namun sadarkah kalian, bahwa saat pikiran kalian sedang memikirkan sesuatu, pikiran yang lain bisa mengenali apa yang sedang kalian pikirkan di waktu yang sama? Di percobaan kedua saat suatu pemikiran muncul di otak kalian, bagian lain dari pikiran kalian sadar bahwa kalian sedang memikirkan hal tersebut dan mencoba untuk menghilangkan pemikiran tersebut. That’s what we called as The Two Minds. Dalam Zen, mereka menyebutnya sebagai “The Thinking Mind” dan “The Observing Mind”.

It was your mind watching your mind.

The Thinking Mind adalah bagian dari pikiran kita yang terus bekerja memikirkan hal satu demi lainnya. Sedangkan Observing Mind adalah bagian dari pikiran kita yang mengawasi Thinking Mind. Dan saat kita tidak menggunakan Observing Mind yang kita miliki, maka Thinking Mind akan mengambil alih dan menenggelamkan kita pada hal yang sedang dipikirkan oleh Thinking Mind.

Banyak orang yang mengaku sulit menguasai pikirannya sendiri yang lalu menyebabkan timbulnya stress. Most of the time, itu disebabkan karena kita tidak bisa memisahkan Thinking Mind dan Observing Mind yang kita miliki. Mereka bergabung tanpa kita menyadarinya.

Walaupun secara umum kita tidak bisa mengendalikan pikiran, namun paling tidak kita masih bisa mengendalikan Observing Mind yang kita miliki. Caranya? Kenali pikiranmu sendiri. Saat bertemu hal yang memicu emosi negatif, cobalah kenali apa yang terjadi di pikiran (Thinking Mind) kalian dan jangan biarkan pikiran itu mengontrol emosi kalian. Biarkan pikiran kalian mengetahui jika kalian sedang merasakannya, namun jangan biarkan perasaan itu mengontrol emosi kalian.

Contohnya, saat mengalami suatu kejadian yang membuat kita marah, rasakan penyebabnya (which is popping up in our mind) lalu analisa pikiran tersebut. Biarkan kita menyadari penyebab kemarahan kita yang muncul dalam pikiran (Thinking Mind) kita, namun jangan biarkan Thinking Mind mendominasi otak kita. Daripada menyebutkan jika “kita marah”, lebih baik menyebutkan bahwa “kita sedang merasakan kemarahan”. Teknik ini bukanlah untuk menyingkirkan kemarahan, namun untuk melatih diri kita menerima keadaan tersebut tanpa membuatnya mengganggu emosi kita.

Memisahkan Thinking Mind dan Observing Mind membantu kita mengurangi stress yang disebabkan pikiran yang tidak terkontrol. Walaupun untuk menjadikannya kebiasaan akan memerlukan waktu dan proses. Namun setelah kalian terbiasa memisahkan dua pikiran tersebut, akan lebih mudah untuk merasakan kebahagiaan karena kita akan terbebas dari emosi negatif.


Jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang topik The Two Minds ini, isi saja kolom comment di bawah atau mention saya lewat twitter!

Selamat memisahkan pikiran dan menjadi lebih bahagia! (:

Random Update

Some people tend to be happier when they surrounded by people. Tapi akhir-akhir ini saya lagi introvert-mode banget sedangkan jadwal maksain buat ketemu banyak orang. Jadi tambah pusing lah saya. Ditambah akhir-akhir ini badan lagi kurang bersahabat, jadi rasanya pengen lying down aja di rumah. That’s why ini blog jadi jarang diupdate juga dari kemaren.

To think about it, saya pikir jujur ke badan sendiri itu lebih baik daripada maksain buat produktif ya. Akhir-akhir ini saya juga lagi banyak kepikiran tentang produktivitas. Gimana dulu saya selalu ngerasa bersalah kalo nggak ngelakuin apa-apa because I enjoy being busy. Orang-orang nyampe selalu ngingetin saya buat istirahat karena saya keliatan aktif banget. Tapi buktinya saya selalu sehat sesibuk apapun.

Sekarang giliran saya lagi enjoy nggak ngelakuin banyak hal, lha kok malah jadi sering sakit. Haha. Lucu juga sih, salah satu temen kos saya malah bilang badan saya mungkin semacem jetlag. Biasa sibuk tapi sekarang selo. Haha.

But anyway, dibalik itu semua, kiki ya tetep kiki yang selalu punya sesuatu buat dilakuin. Dan akhir-akhir ini saya lagi riset kecil2an buat next project saya nih. Kalo kalian ada waktu boleh dong, ikutan ngisi kuisioner ini. Sebelumnya makasih banyak ya! ^^

Ngomong-ngomong, ada yang kangen Pudee nggak sih? Kemaren-kemaren ini kan saya baru baca artikel menarik tentang anjing+produktivitas (yang mau baca boleh disimak disini ya). Gara-gara itu jadilah saya keinget Pudee yang udah lama saya anggurin di atas lemari. Jadi pagi itu kita foto-fotoin Pudee dong. Dia masih tetep imut kan? 😀

IMG_20141124_105844Anyway, ngomongin tentang kesukaan saya juga lagi suka banget nih sama kota Bandung. Baru 2 kali ke Bandung tapi rasanya pengen balik lagi terus kesono. The weather, the scenery, the places, the people. Jatuh cinta dah saya sama kota Bandung. ^^

trans-studio-bandungDan ini dia foto yang saya ambil kemaren pas di Bandung versi Semarang (alias Bandungan) :p. Nggak se-ngebetahin Kota Bandung tapi cukup dingin lah buat ngadem dari panasnya Semarang.

treeIMG_20141124_110858Last picture, sneak peek of my upcoming post. I’ll be sharing about happiness chain on my medium next Sunday. Look forward it yah! (;

#ForwardYourHappinessHappy Monday, folks! ((:

5 e-book inspiratif yang harus kalian baca akhir pekan nanti

kindleBaru-baru ini setelah memasuki semester 7 perkuliahan, saya melakukan beberapa perubahan kebiasaan karena memiliki waktu luang yang lebih panjang. Dan salah satunya adalah kebiasaan membaca.

Biasanya saya hanya rutin membaca beberapa artikel menarik yang saya simpan di aplikasi Pocket (my most favorite app ever!). Namun dengan lebih banyaknya waktu luang yang saya miliki di semester ini (how awesome is that!), saya jadi memiliki lebih banyak waktu untuk membaca berbagai e-book menarik yang banyak menginspirasi saya. 5 diantaranya adalah yang akan saya bagikan berikut ini:

It’s not technology we should be afraid of. It’s a life where we’re always connected, always interrupted, always distracted, always bombarded with information and request. It’s a life where we have no time to create, or connect with real people. — Leo Babauta

E-book yang sangat saya rekomendasikan jika keseharian kalian berkaitan erat dengan teknologi. Era digital sekarang ini membuat kita lantas bagaikan kebanjiran informasi yang menuntut untuk dikonsumsi. Fokus, menjadi tantangan tersendiri ditengah arus informasi digital seperti sekarang ini. Ohya, e-book ini mungkin akan sangat bermanfaat bagi para pengidap Nomophobia yang ingin menyembuhkan ketergantungannya pada gadget. Leo akan membantu kalian mengidentifikasi pemicu ketergantungan tersebut, serta memberikan beberapa solusi untuk mengatasi ketakutan akan ketinggalan informasi atau berbagai kesempatan saat kalian berpisah dari gadget kesayangan.

Atau jika sedang tertarik untuk meminimalisir berbagai hal di kehidupan kalian seperti yang saya tuliskan disini, Leo juga memberikan beberapa kiat meminimalisir hal-hal yang akan berpengaruh ke produktivitas kita. E-book ini akan sangat bermanfaat jika kalian adalah tipe maker yang bersusah payah mengatur waktunya untuk berkarya. One of my life-changing e-books. (:

Another highly recommended e-book. Yang ini sebenarnya sudah lama saya baca. Isinya tentang bagaimana membentuk kebiasaan baru untuk membentuk kehidupan yang lebih baik. Memulai kebiasaan baru bukanlah hal yang mudah. Namun James memberikan berbagai kiat yang bisa membantu kita memulai sendiri kebiasaan baru yang kita inginkan dengan lebih mudah.

Lewat buku inilah saya tahu bahwa goal dan deadline itu percuma jika kita tidak melakukan action melalui kebiasaan yang kita lakukan setiap hari. Juga konsep 3 R’s of Habit Change yang luar biasa menginspirasi. Buku inilah alasan saya mengidolakan James Clear sampai sekarang. Another life-changing ebook for me. (:

Ebook yang akan sangat bermanfaat jika kalian ingin menemukan apa yang benar-benar kalian inginkan di kehidupan ini. Danielle mengulasnya dengan gaya seorang filsuf. It was beautifully written sehingga kita harus benar-benar meresapinya untuk bisa menemukan arah setelah membaca “peta” ini.

Saya sendiri sebenarnya belum menyelesaikan e-book ini. Butuh lebih banyak konsentrasi untuk membaca karya seorang Danielle Laporte. Tapi jika kalian tertarik untuk mendapatkan beberapa inspirasi menarik lainnya dari Danielle, #Truthbombs nya saja sudah cukup menginspirasi. Kalian juga bisa membaca banyak artikel menarik di situsnya.

Lagi-lagi jika kalian adalah tipe maker, maka setelah menentukan fokus melalui e-book Leo Babauta kalian juga akan membutuhkan kreativitas. Dan e-book ini tepat sekali untuk kalian baca. Disini James Clear berbagi berbagai kisah inspiratif yang berhubungan dengan kreativitas dari beberapa tokoh inspiratif lainnya. Dia juga memberikan berbagai kiat untuk terus berkarya meskipun sibuk ataupun memiliki keterbatasan lain.

Sebuah kisah menarik tentang bagaimana seorang pemuda hidup dari kreatifitasnya. Jason Surfapp sempat dijuluki sebagai T-shirt guy karena bisnis uniknya I Wear Your Shirt. Nama belakangnya yang sekarang bahkan ia peroleh setelah melelang nama belakangnya lewat sebuah proyek, BuyMyLastName. One of the most creative guy I’ve ever known.


Dari 5 e-book tersebut beberapa diantaranya bisa kalian unduh secara cuma-cuma dan beberapa ada pula yang menyediakan versi berbayar. Tapi untuk versi yang versi berbayar, kebanyakan sudah menyediakan versi preview yang bisa kalian unduh secara gratis kok. Silakan membeli atau mengunduh dan jangan lupa luangkan waktu untuk membacanya juga ya!

Ohya, jika kalian punya rekomendasi e-book lain yang menarik, saya akan senang sekali mendengar rekomendasi dari kalian. Jika kalian mau berbagi, mention saya lewat twitter ya! (:

Selamat membaca dan jangan lupa sebarkan ilmunya ke teman-temanmu yang lain! (:

 

Bahagia selagi berproses

141H-resizeSaya yakin semua orang ingin bahagia. Masalahnya, standar kebahagiaan tiap orang berbeda satu sama lain. Ada yang kebahagiaannya mudah dipicu hanya dengan satu lemparan senyum atau pujian. Namun ada juga yang meskipun sudah memiliki kehidupan yang dianggap menyenangkan oleh yang lain, dirinya sendiri malah masih merasa kurang bahagia.

Masalah kembali muncul, ketika kebahagian di zaman sekarang bersinggungan dengan berbagai hal lain yang lebih luas. Contohnya saja, kebahagiaan ternyata berkaitan erat dengan bagaimana cara kita mengembangkan diri. Sadar atau tidak, cara diri kita berproses dalam mengembangkan diri sendiri juga mempengaruhi kebahagiaan. Mari saya jelaskan alasannya.

Jika kalian adalah orang yang ingin berkembang, pastilah kalian melakukan sesuatu untuk mengembangkan diri. Namun ketika di tengah perjalanan mengembangkan diri sendiri, kita melihat orang lain baru saja mencapai sesuatu yang spesial, maka biasanya sulit untuk memandang diri sendiri dengan pandangan yang sama lagi. Kebahagiaan kita pun sedikit tergoyahkan karena hal ini. Kita menjadi lebih cemas dari pada biasanya.

Hal itu disebabkan karena orientasi pengembangan diri kita selama ini adalah untuk mencapai tujuan menjadi “orang spesial”. Kita terburu-buru mempersiapkan diri kita untuk sejajar dengan “orang spesial” yang lain. Sehingga saat kita merasa orang lain sudah lebih dulu memenuhi standar untuk menjadi orang spesial, kita jadi merasa tertinggal.

Henry Kang, dalam artikelnya yang dimuat di Huffington Post mengatakan bahwa jaman sekarang banyak orang seakan berlomba ingin menjadi orang spesial. Karena menjadi orang spesial menjanjikan berbagai kebanggaan dan berbagai perasaan menyenangkan lainnya.

Menurut saya, permasalahannya bukan pada keinginan untuk menjadi spesial. Namun karena kita menginginkan kebahagiaan dari penghargaan, pujian, dan hal-hal lain yang kita dapatkan setelah menjadi orang spesial tadi. Tanpa kita sadari, kita mengembangkan diri selama ini dengan dihantui alasan karena menginginkan standar kebahagiaan orang lain untuk kita rasakan sendiri.

Karena begitu terlena membayangkan bagaimana bahagianya kita mencapai kebahagiaan orang lain, kita jadi lupa pada sesuatu yang sebenarnya membuat kita bahagia. Fokus kita tergoyahkan karena melihat orang lain merasa bahagia dengan suatu pencapaian yang spesial sehingga kita ingin mencapai hal itu juga. Kita ‘ikut-ikutan’ ingin menjadi spesial.

Seharusnya kita memiliki standar kebahagiaan masing-masing, sehingga kebahagiaan orang lain tidak lagi menjadi hal yang mempengaruhi kebahagiaan kita.

Tidak dipungkiri saya juga pernah ingin menjadi seseorang yang spesial seperti beberapa role-model saya. Namun setelah dipikir kembali, bukan menjadi “spesial” lah yang sebenarnya saya inginkan. Karena menjadi spesial hanya bonus setelah kita mencapai suatu tujuan. Ada alasan lain yang mendasari seseorang mendapatkan predikat “spesial”. Alasan itulah yang seharusnya masing-masing dari kita miliki.

Terlepas dari semua itu, tetaplah miliki keinginan untuk menjadi spesial karena hal itu baik untuk dijadikan motivasi. Namun milikilah keinginan itu bukan karena ingin mendengar pujian bahwa kalian “spesial”. Namun karena ingin tujuan dibalik menjadi “orang spesial” itu tercapai sehingga kalian bisa melakukan lebih banyak hal baik lagi setelah mendapatkan predikat spesial tadi.

Selamat berproses dan jangan lupa untuk tetap bahagia selagi menjalaninya! (:


Versi bahasa Inggrisnya bisa kalian baca disini. (: