Lebih bahagia dengan meminimalisir distraksi teknologi

Tulisan ini sebenarnya adalah lanjutan dari tulisan Meminimalisir Kehidupan yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Jadi, selain melakukan beberapa perubahan untuk meminimalisir kehidupan seperti di tulisan sebelumnya saya juga terus bereksplorasi untuk menemukan cara-cara lain dalam meminimalisir kehidupan. Setelah meminimalisir keputusan, meminimalisir barang, dan meminimalisir kegiatan (yang masih terus saya pelajari juga), kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman meminimalisir (distraksi yang berasal dari) teknologi dari kehidupan kita.

Beruntung, saya menemukan satu e-book yang sangat cocok dengan ide simplifying life yang sedang saya lakukan. Judulnya Focus. Ditulis oleh kreator zen habits dan mnmlist, Leo Babauta.

Menurut Leo, ada 3 kegiatan yang kita lakukan dalam dunia digital. Tiga kegiatan tersebut yaitu mengkonsumsi (consuming), berkomunikasi (communicating) dan berkarya (creating). Jika kita ingin memaksimalkan fokus kita pada poin terakhir, maka kita harus mulai meminimalisir kedua poin sebelumnya yaitu mengkonsumsi dan berkomunikasi.

Namun, meminimalisir kedua hal tersebut bukanlah hal mudah. Jaman sekarang, orang-orang menganggap berkomunikasi dan mengkonsumsi informasi adalah suatu kebutuhan. Padahal tanpa kita sadari, informasi yang tersebar di dunia digital sekarang ini perlahan sudah menjadi suatu adiksi/ketergantungan yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia moderen. Contoh kongkritnya adalah kebiasaan kita memeriksa ponsel, email, akun sosial media, maupun IM yang tanpa sadar kita lakukan secara berlebihan. Berbagai ketakutan timbul saat kita terpisah dari gadget yang menghubungkan kita ke dunia digital.

Tanpa kita sadari, hal yang tadinya kita sebut “kebutuhan” tersebut akhirnya menjadi suatu distraksi/gangguan yang menghambat pekerjaan kita. Beberapa orang mungkin mulai sadar akan hal ini, meskipun banyak juga yang masih belum menyadarinya.

Teknologi harusnya mempermudah pekerjaan kita. Namun jika kehadirannya malah menjadi distraksi, kita perlu mengevaluasi sesuatu. Untuk itulah saya mulai mengevaluasi interaksi saya selama ini dengan teknologi. Berikut beberapa tips interaksi dengan teknologi yang saya rangkum jika kalian ingin melakukan minimalisir juga :

  • Meminimalisir segala bentuk informasi dan komunikasi saat bekerja

Agar bisa meminimalisir komunikasi saat bekerja, kalian bisa mencoba salah satu teknik produktivitas paling populer yaitu Pomodoro Technique. Pada dasarnya, teknik Pomodoro adalah teknik manajemen waktu bekerja. Biasanya 25 menit untuk bekerja, lalu 5 menit untuk beristirahat. Namun kalian bisa saja mencoba menerapkan pembagian waktu lain yang mungkin lebih efektif untuk kalian seperti 45:15, atau 50:10.

Pada alokasi waktu pertama, lakukan hanya pekerjaan yang sedang ingin kalian selesainkan. Di waktu inilah kalian harus mengaktifkan mode berkarya (creating) dan meminimalisir (jika belum sanggup mengeliminasi) segala bentuk komunikasi (communicating) dan pekerjaan mengkonsumsi (consuming) informasi. Biasanya di alokasi waktu yang kedua saya baru memperbolehkan diri saya untuk memerika ponsel, email, sosial media ataupun membaca berita.

Meskipun begitu, dalam beberapa situasi mungkin kita akan butuh mengkonsumsi informasi atau berkomunikasi selama mengerjakan suatu pekerjaan. Just be sure to know your purpose when you about to open your browser or grab your gadget.

Saya tidak mengatakan jika internet, IM, sosial media dan sebagainya itu buruk. Tapi berbagai gangguan yang berasal dari teknologi itulah yang harusnya kita minimalisir. Intinya, harus ada pembagian waktu untuk bekerja/berkarya (creating) dan berkomunikasi (communicating) serta mengkonsumsi (consuming) agar kalian bisa fokus saat mengerjakan suatu pekerjaan.

Tips!
Notifikasi dari ponsel biasanya mendorong kita untuk buru-buru memeriksanya. Untuk mengurangi keinginan tersebut, kalian bisa meletakkan ponsel dengan posisi layar menutup ke bawah sehingga kita tidak bisa langsung membaca notifikasi yang masuk.
Rekomendasi aplikasi :
Saya biasanya menggunakan aplikasi
TimeDoser untuk membantu membuat pembagian waktu dalam Pomodoro Technique.

  • Meminimalisir tampilan desktop

Mulai beberapa waktu lalu, saya menyingkirkan semua ikon atau hiasan apapun yang ada di desktop saya (yang tadinya juga hanya ada beberapa). Bahkan panel-nya pun saya sembunyikan. Di ponsel pun begitu. Saya menyembunyikan status bar dan bahkan ikon untuk membuka menu sehingga hanya menyisakan tampilan wallpaper saja.

desktop

Tampilan desktop saya sekarang

Screenshot (20h 44m 33s)

Bandingkan dengan tampilan desktop yang seperti ini (credit: eskultik8.blogspot.com)

Menyingkirkan semua gangguan yang ada di desktop membantu saya untuk lebih fokus ke hal yang akan saya kerjakan. Kita harus meluangkan waktu sejenak untuk bertanya pada diri kita sendiri. Apakah dengan menampilkan berbagai ikon aplikasi yang sering kita gunakan di desktop mempermudah pekerjaan kita atau hal itu malah mengganggu konsentrasi kita saat akan memulai bekerja?

  • Mengorganisir folder di hardisk

Kekacauan yang sering saya lihat di komputer teman biasanya adalah folder di hardisk mereka yang (sangat) berantakan. Jika kalian termasuk salah satunya, maka saya sarankan kalian untuk mengikuti tips berikut ini:

  1. Buatlah beberapa folder sesuai dengan kategori file yang kalian miliki paling banyak. Usahakan jangan sampai melebihi 10 folder (Jangan buat diri kalian repot untuk melakukan scroll untuk mencari suatu folder.). Buat kategori yang lebih umum di tampilan awal ketika pertama kali kalian membuka hardisk. Kalian bisa lebih spesifik saat membuat sub-folder nanti.
  2. Buat satu folder tambahan misalnya folder “Lainnya”.
  3. Pindahkan folder yang kacau & berantakan tadi ke folder yang sesuai dengan kategori yang sudah kalian buat. Untuk file yang tidak tau harus kalian letakkan di kategori folder mana, pindahkan saja ke folder tambahan yang sudah kalian buat sebelumnya.

main folderMengorganisir folder di komputer terlihat sepele tapi akan sangat berguna untuk menghemat waktu kita di depan layar komputer hanya untuk mencari suatu file. Setelah memindahkan file-file tersebut memang biasanya kita akan kebingungan saat mencari suatu file. Namun lama kelamaan, hal ini justru akan memudahkan kalian mengingat letak suatu file kok.

  • Bekerja dengan mode layar-penuh

Make it on full-screen, so you won’t see another thing but your work.

Fungsi untuk menyembunyikan panel sangat bermanfaat untuk hal ini. Saya hanya tinggal membuka aplikasi yang akan saya gunakan lalu sembunyikan panel. Maka jadilah tampilan layar-penuh yang saya inginkan.

Jika kalian sedang bekerja dengan suatu aplikasi tertentu, buatlah tampilannya menjadi layar-penuh. Hal ini akan meminimalisir keinginan kita untuk berpindah ke aplikasi lain yang sebenarnya tidak terlalu kita perlukan.

Tips!
Gunakan tombol fungsi f11. Kebanyakan aplikasi menggunakan tombol fungsi ini untuk mengaktifkan mode layar penuh.

  • Membersihkan inbox email

Saya biasanya meluangkan waktu di hari jumat atau minggu untuk membersihkan inbox email sehingga minggu depannya saya bisa mulai bekerja dengan inbox yang bersih.

Rekomendasi aplikasi :
Beberapa orang mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk membersihkan inbox emailnya. Untuk kalian yang seperti itu, kalian bisa menggunakan
unroll.me, untuk mengatur subskripsi nawala dan hal lainnya yang mengganggu inbox email kalian.

  • Tutup aplikasi yang tidak diperlukan

Saat menulis, saya biasanya hanya menggunakan satu aplikasi untuk menulis serta pemutar musik (kadang ditambah dengan aplikasi Firefox saat membutuhkan referensi) dan menutup aplikasi lainnya agar bisa benar-benar fokus pada tulisan yang sedang saya kerjakan.

Masih saja banyak orang yang beranggapan jika multitasking adalah suatu kemampuan yang hebat. Padahal jika kita fokus, hasilnya malah akan lebih maksimal. Tidak perlu melakukan banyak hal dengan membuka beberapa aplikasi sekaligus. Cukup pilih satu tugas yang akan kalian lakukan, lalu kerjakan itu sampai selesai.


Selamat berinteraksi dengan cara baru! (:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s