Inilah mengapa saya tidak terlalu bahagia belakangan ini

Belakangan ini ada banyak monster yang mengajak saya bertarung. Namun karena terlalu banyak monster, saya malah merasa ragu dan takut untuk mengalahkannya sehingga akhirnya memilih menghindar tanpa melawan satupun diantaranya.

Tapi bukan monster tadi yang membuat saya tidak bahagia belakangan ini. Tadi hanya perumpamaan ketika terlalu banyak yang ingin kita lakukan, tapi pada akhirnya kita tak melakukan apapun karena terlalu cemas. Saya tidak menyebutkan bahwa kesibukanlah yang membuat saya tidak bahagia. Tapi fakta bahwa saya tidak melakukan apapun karena terlalu sibuk overthinking-about-everything lah yang membuat saya tidak merasa bahagia belakangan ini.

Saya paling tidak bahagia ketika saya merasa tidak produktif.

Bukan berarti saya tidak menyukai waktu libur (I love holiday! Even just think about it make me excited). Namun sering kali, saya merasa bersalah jika melewatkan waktu yang seharusnya bisa digunakan dengan baik, namun malah terlewat begitu saja tanpa mengerjakan apapun. Bahkan beberapa hari tidak menulis pun saya merasa cemas.

Belle beth cooper, menyebut keadaan yang saya ceritakan di awal tadi sebagai workload paralysis. Yaitu saat kita mengalihkan perhatian ke hal-hal lain sebagai pelarian sehingga kita bisa menghindar dari hal yang seharusnya dilakukan. Dan sering kali, kita terlalu asik berada di pelarian tersebut sehingga tidak tahu bagaimana cara kembali ke rutinitas semestinya.

Workload-paralysis-no-faceBeruntung, Belle memberikan beberapa tips berikut ini agar bisa keluar dari siklus workload paralysis tadi:

  • Pilih satu monster dan lawan sampai dia kalah

Bayangkan dalam sebuah video game, kita dikeroyok beberapa monster dan harus mengalahkan semuanya jika ingin memenangkan game tersebut. Kemungkinannya adalah, kita ingin segera mengalahkan semua monster-monster tersebut, bukan? Tapi sayangnya, kita hanya bisa mengalahkan mereka satu per satu karena kita adalah seorang single fighter dalam game itu.

Begitu pula dalam dunia nyata. Dihadapkan dengan berbagai macam pekerjaan bukan berarti kita harus mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Cukup pilih satu jenis pekerjaan dan kerjakan sampai selesai. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mengarahkan fokus dan totalitas pun tetap terjaga.

Because extraordinary success is sequential, not simultaneous. – Gary Keller

  • Kelompokan monster-monster tersebut

Dalam bermain game, kita perlu membuat strategi. Monster mana yang harus kita kalahkan lebih dulu dan mana yang bisa kita kalahkan dengan mudah belakangan. Dengan mengelompokkan monster-monster tersebut, maka kita bisa dengan mudah mengenali kelemahan-kelemahan mereka.

Begitu juga dengan pekerjaan. Kita perlu membuat prioritas pekerjaan mana yang lebih penting dan harus kita selesaikan lebih dulu serta pekerjaan mana yang bisa kita selesaikan belakangan.

  • Lawan pasukannya terlebih dahulu

Sebelum melawan monster di akhir level, biasanya kita perlu melawan pasukan-pasukan yang melindungi si monster terlebih dahulu. Hal ini berlaku juga dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan memulai dari menyelesaikan pekerjaan ringan terlebih dahulu, kita akan memiliki lebih banyak percaya diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih besar. Ingatlah bahwa langkah kecil masih lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Saya biasanya mengatakan pada diri sendiri agar tidak fokus ke garis finish, tapi fokus dalam membuat progress. Garis finish biasanya terlihat jauh sehingga menambah ketakutan kita. Namun jika kita fokus membuat pergerakan, maka tak peduli seberapa jauh perjalanan kita ke garis finish yang penting adalah kita selalu bergerak mendekatinya.

  • Jaga selalu energimu

Perlu diingat bahwa kita perlu mengalahkan sejumlah monster dalam permainan ini. Maka energi kita haruslah kita jaga agar bisa tetap bertahan sampai permainan selesai. Jangan sampai kita kalah di tengah permainan karena kehabisan energi.

Begitupun dalam kehidupan sehari-hari. Kita perlu memprioritaskan kesehatan tak peduli sebanyak apapun pekerjaan yang harus kita lakukan. Jadi, selalu biasakan untuk makan makanan yang sehat, tidur yang cukup serta olah raga agar kita selalu berada dalam kondisi prima.

Saya tahu saya bukanlah satu-satunya orang yang bertarung melawan banyak monster disini. Kalian juga mungkin pernah mengalami keadaan seperti yang saya ceritakan. Menunda pekerjaan karena rasa ragu dan takut. Hal tersebut sangatlah manusiawi. Namun jika dirasa sudah terlalu lama menunda, maka kita perlu bertindak untuk mengalahkan monster-monster yang harus kita hadapi.

Kuncinya, jangan pernah menganggap remeh suatu pekerjaan. Pekerjaan yang kita anggap remeh biasanya malah tersisih dan berakhir dengan tidak tersentuh sama sekali. Yang terpenting adalah melangkah sekecil apapun daripada hanya menunda hingga waktu yang “kita pikir” tepat. Seperti yang dikatakan Sean Smith dalam sebuah artikel di medium baru-baru ini.

Get moving, get started. There is never a right moment. You go when you’re ready.

Happy wrestling with your monsters! (:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s